Unik, Nangka Berkulit Durian
Pohon
dari buah ini tumbuh di depan rumahku. Berjejer dengan pohon mangga dan
rambutan yang juga sama-sama sedang berbuah. Tingginya sudah melebihi
atap rumahku, jadi kira-kira sekitar 5 meter lebih. Konon, menurut para
tetangga sejak tumbuh pohon ini baru berbuah sekali. Usianya kurang tahu
pasti. Maklum, aku dan istriku baru sekitar dua tahun tinggal di rumah
ini sejak dibeli oleh keluarga.
Hampir sebagian besar dahan dan buah pohon ini menjorok ke jalan di
depan rumah. Daun lebat yang hampir menutupi sebagian besar dahan pohon
ini, menjadikan teras rumah di siang hari terasa sangat sejuk. Adem dan
makyus rasane. Seperti aku, banyak juga burung yang kerasan karena pohon
ini. Kalau siang dan sore hari, banyak burung terbang dan hinggap di
dahan-dahan pohon ini.
Aku dan istriku sering tertawa geli karena pohon ini. Ceritanya begini,
jalan depan rumah kan sering dilewati anak-anak sekolah. Jadi. Praktis
pagi dan sore hari banyak anak-anak sekolah lewat. Plus kalau hari jumat
siang, banyak orang pada taruh motor di depan rumah. Kebetulan juga,
depan rumah pas di depan pengimaman masjid besar di perumahan. Nah,
Komentar-komentar orang yang lewat di depan rumah tentang buah ini lah
yang menjadikan hiburan tersendiri bagiku.
Memang, kebanyakan komentar orang terhadap buah ini hanya seputar
menebak apakah buah nagka atau durian. Beberapa tetangga malah ada yang
sudah pesen ingin nyicipin rasanya.
Bahkan, sempet ada dua anak usia SD yang hampir bertengkar gara-gara
saling mempertahankan pendapatnya. Satunya bersikukuh itu nangka,
sementara yang lain tetap ngotot kalau itu buah durian. Duh, ada-ada
saja.
Tapi memang buah ini menarik. Sempat foto-foto di atas, saya kasih lihat
ke temen-temen. Ya, komentarnya sama, antara nangka dan durian. Ada
yang antusias sekali sampai-sampai pernah mampir ke rumah hanya sekadar
ingin lihat buah ini.
Dan karena rasa penasaran inilah, minggu lalu aku coba petik satu. Meski
masih muda dan belum layak petik, tidak mengapa. Setelah saya petik
lantas dipotong dan terbelahlah buah ini. Dan ternyata, buah ini
hanyalah buah…. nangka!!! Sambil tertawa-tawa, kami sepakat memberinya
nama buah nangka berkulit durian.
Setelah kucicipi yang pasti rasanya manis. Buah tidak terlalu besar
tetapi padat bulat. Hampir 90% isinya bisa dimakan karena jadi buah
semua. Biji beton agak besar. Diameter buah terbesar kira-kira 20 cm.
Satu yang sudah matang tapi sebagian sisi ada yang busuk.
Bagi yang berminat mengembangbiakkan nangka jenis ini silahkan saja
mampir. Puluhan biji beton bisa saya sediakan, gratis. Atau yang sekadar
pingin lihat langsung monggo,
mumpung belum saya tebas. Niatnya, kalau sudah matang tetangga satu
gang dapat semua. Sedikit tapi lumayan. Sekadar memenuhi rasa penasaran
saja. Biar tidak ada lagi anak kecil yang padu gara-gara buah ini. He he he.










