nilah 7 Serangan Cyber yang Menghebohkan Dunia
- Peperangan masa kini tidak hanya berlangsung di dunia nyata. Di dunia
maya pun kerap terjadi serangan cyber oleh para hacker, bahkan antar
negara.
Cyberwar atau perang cyber antar negara biasanya dilakukan secara
sistematis dengan bantuan para hacker handal. Dan sasaran serangan
biasanya infrastruktur penting sebuah negara. Namun ada pula hacker
individu yang karena kepandaiannya berhasil melancarkan serangan cyber
yang hebat.
Serangan cyber apa saja yang dinilai cukup menghebohkan? Berikut di antaranya
Titan Rain
China diduga kuat mengembangkan kapabilitas serangan cyber luar biasa
yang ditujukan untuk memata-matai negara lain. Terutama Amerika Serikat.
Pada tahun 2003, China dilaporkan melancarkan serangan cyber
besar-besaran ke Amerika Serikat yang dijuluki sebagai serangan Titan
Rain. Serangan ini berlangsung terus menerus selama tiga tahun dan
menyasar institusi penting di Negeri Paman Sam.
Asal serangan diketahui berasal dari beberapa lokasi di China. Meskipun
tidak dapat dipastikan apakah pelakunya individu atau memang sengaja
disponsori oleh negara Asia tersebut.
Sasaran serangan seperti NASA, Lockheed Martin, dan Sandia National
Laboratories. Dan selain AS, operasi Titan Rain dilaporkan juga menyasar
negara lain, seperti Inggris.
Menurut laporan media The Guardian ketika itu, serangan asal China
menyasar Kementerian Luar Negeri setempat untuk mendapatkan informasi
berharga.
Estonia Lumpuh
Pada 27 April 2007, serangan cyber besar-besaran melanda Estonia.
Sasaran serangan adalah institusi penting setempat seperti parlemen,
bank, kementerian, sampai media massa.
Kebanyakan serangan berjenis distributed denial of service dengan
berbagai macam metode. Selain itu, metode spamming dan deface juga marak
dilakukan oleh para pelakunya.
Beberapa pengamat meyakini serangan ini adalah salah satu yang paling
canggih dan sistematis. Banyak yang beranggapan pelakunya didukung
negara. Dalam hal ini, tuduhan mengarah ke Rusia.
Konon serangan dilakukan sebagai protes kebijakan Perdana Menteri Andrus
Ansip. Protes terjadi karena Ansip membongkar sebuah monumen tentara
Rusia dari ibu kota Estonia, Stallin.
Menteri luar negeri Estonia, Urmas Paet menuding Rusia terlibat secara
langsung dalam serangan tersebut. Namun mereka tidak dapat mengajukan
buti kuat dan pihak Rusia pun membantahnya.
Awal tahun 2012, seorang hacker beretnis Rusia dihukum di Estonia.
Dmitri Galushkevic adalah hacker pertama yang dihukum karena melancarkan
serangan tersebut.