Hai.. selamat datang kembali di blog saya ini, kali ini saya coba
membahas tentang Kebudayaan. Kalau dilihat memang banyak sekali
pengertian dari kebudayaan ini, bahkan seandainya ditanya “ apa itu
Kebudayaan ? ” tentunya akan banyak sekali pengertiannya dari tiap orang
yang berbeda, karena tiap orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda,
yaah.. bisa dibilang kalau “ beda kepala, beda pemikiran “ kira-kira
seperti itulah, hehe…
Baiklah, kita artikan saja kalau kebudayaan Indonesia itu dapat
didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum
terbentuknya nasional Indonesia pada tahun 1945. Seluruh kebudayaan
lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia
merupakan bagian integral dari kebudayaan Indonesia.
Kalau kita lihat dari macam-macam budayanya, mungkin Indonesia adalah
Negara paling kaya akan budayanya dibandingkan dengan Negara lain,
karena Indonesia sendiri adalah Negara yang terdiri dari banyak sekali
pulau dimana setiap pulaunya memiliki suku bangsa yang berbeda-beda
pula. Hal ini lah yang membuat kebudayaan Indonesia benar-benar beraneka
ragam.
Kebudayaan itu sendiri pun sangat bermacam-macam, mulai dari sosial,
teknologi, bahasa, kesenian, dongeng atau tradisi-tradisi daerah yang
beraneka ragam dan setiap daerah di Indonesia memiliki
kebudayaan-kebudayaan itu dengan ciri khas masing-masing.
Tari Barong, Bali.
Tarian ini merupakan peninggalan kebudayaan Pra Hindu yang menggunakan
boneka berwujud binatang berkaki empat atau manusia purba
yang memiliki kekuatan magis.
Topeng Barong dibuat dari kayu yang diambil dari
tempat-tempat angker seperti kuburan, oleh sebab itu Barong merupakan
benda sakral yang sangat disucikan oleh masyarakat Hindu
di Bali. Pertunjukan tari ini dengan atau tanpa lakon,
selalu diawali dengan pertunjukan pembuka, yang diiringi
dengan gamelan. Ada beberapa jenis tari barong namun yang
sering dipentaskan untuk konsumsi pariwisata yaitu jenis
Baring Ket.
Barong Ket atau Barong Keket adalah tari Barong yang
paling banyak terdapat di Bali dan paling sering
dipentaskan serta memiliki pebendaharaan gerak tari yang
lengkap. Dari wujudnya, Barong Ket ini merupakan
perpaduan antara singa, macan, sapi atau boma. Badan Barong ini
dihiasi dengan ukiran-ukiran dibuat dari kulit, ditempel kaca
cermin yang berkilauan dan bulunya dibuat dari perasok
(serat dari daun sejenis tanaman mirip pandan), ijuk atau
ada pula dari bulu burung gagak.
Untuk menarikannya Barong ini diusung oleh dua orang
penari yang disebut Juru Saluk / Juru Bapang, satu penari
di bagian kepala dan yang lainnya di bagian pantat dan ekornya.
Tari Barong Keket ini melukiskan tentang pertarungan tanpa akhir
antara kebajikan (dharma) dan keburukan (adharma) yang
merupakan paduan yang selalu berlawanan (rwa bhineda).
Tari Kecak, Bali.
Kecak berasal dari
ritual Sanghyang, yaitu tradisi dimana penarinya akan dalam keadaan
tidak sadar karena melakukan komunikasi dengan tuhan, atau roh para
leluhur yang kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.
Pada tari kecak tidak menggunakan alat musik dan hanya menggunakan
kincringan yang dikenakan pada kaki para penari yang sedang memerankan
tokoh-tokoh Ramayana. Sedangkan para penari yang duduk melingkar
mengenakan kain kotak-kotak yang melingkari pinggang mereka.
Tari
kecak ini di ciptakan pada tahun 1930-an oleh Wayan Limbak dan dengan
seorang pelukis Jerman Walter Spies. Mereka menciptakan tari tersebut
berdasarkan tradisi sanghyang kuno dan mengambil dari bagian-bagian
kisah Ramayana. Tarian ini menjadi populer ketika Wayan Limbak bersama
penari Bali-nya tour berkeliling dunia mengenalkan tarian Kecak
tersebut. Hingga kini tari kecak menjadi tarian seni khas Bali yang terkenal.
Tari Sekapur Sirih, Jambi dan Riau.
Tari Sekapur Sirih merupakan tarian selamat datang kepada tamu-tamu besar di Provinsi Jambi dan Riau.
Keagungan dalam gerak yang lembut dan halus menyatu dengan iringan
musik serta syair yang ditujukan bagi para tamu. Menyambut dengan hati
yang putih muka yang jernih menunjukkan keramahtamahan bagi tetamu yang
dihormati.Tari ini menggambarkan ungkapan rasa putih hati masyarakat
dalam menyambut tamu. Sekapur Sirih biasanya ditarikan oleh 9 orang
penari perempuan, dan 3 orang penari laki-laki, 1 orang yang bertugas
membawa payung dan 2 orang pengawal. Propetri yang digunakan:
cerano/wadah yang berisikan lembaran daun sirih, payung, keris.
Pakaian: baju kurung /adat Jambi, iringan musik langgam melayu dengan
alat musik yang terdiri dari : biola, gambus, akordion, rebana, gong
dan gendang.
Tari Serampang Dua Belas, Sumatera.
Tari Serampang Duabelas merupakan tarian tradisional Melayu yang
berkembang di bawah Kesultanan Serdang. Tarian ini diciptakan oleh Sauti
pada tahun 1940-an dan digubah ulang oleh penciptanya antara tahun
1950-1960. Sebelum bernama Serampang Duabelas, tarian ini bernama Tari
Pulau Sari, sesuai dengan judul lagu yang mengiringi tarian ini, yaitu
lagu Pulau Sari. Sedikitnya ada dua alasan mengapa nama Tari Pulau Sari
diganti Serampang Duabelas. Pertama, nama Pulau Sari kurang tepat karena
tarian ini bertempo cepat (quick step). Menurut Tengku Mira Sinar, nama
tarian yang diawali kata “pulau” biasanya bertempo rumba, seperti Tari
Pulau Kampai dan Tari Pulau Putri. Sedangkan Tari Serampang Duabelas
memiliki gerakan bertempo cepat seperti Tari Serampang Laut. Berdasarkan
hal tersebut, Tari Pulau Sari lebih tepat disebut Tari Serampang
Duabelas. Nama duabelas sendiri berarti tarian dengan gerakan tercepat
di antara lagu yang bernama serampang (Sinar, 2009: 48). Kedua, penamaan
Tari Serampang Duabelas merujuk pada ragam gerak tarinya yang berjumlah
12, yaitu: pertemuan pertama, cinta meresap, memendam cinta, menggila
mabuk kepayang, isyarat tanda cinta, balasan isyarat, menduga, masih
belum percaya, jawaban, pinang-meminang, mengantar pengantin, dan
pertemuan kasih Penjelasan tentang ragam gerak Tari Serampang Duabelas
akan dibahas kemudian. Menurut Tengku Mira Sinar, tarian ini merupakan
hasil perpaduan gerak antara tarian Portugis dan Melayu Serdang.
Pengaruh Portugis tersebut dapat dilihat pada keindahan gerak tarinya
dan kedinamisan irama musik pengiringnya.