berita news terbaru dari indonesia
apa Kantor OPM di Oxford inggris ?
Tribunnews.com, Jakarta - Pemerintah diminta tidak menyederhanakan informasi terkait adanya pembukaan Kantor Perwakilan Papua
Merdeka, di Oxford, Inggris. Pemerintah tidak boleh langsung
mempercayai begitu saja pernyataan pemerintah Inggris menyikapi masalah
tersebut.
"Kita tidak bisa menelan begitu saja, tidak bisa terlena. Jangan
menyederhanakan permasalahan hanya karena pernyataan resmi Kedutaan
Besar Inggris di Jakarta yang bisa saja bersifat sesaat," kata Wakil
Ketua Komisi I DPR Agus Gumiwang melalui pesan singkat, Minggu (
5/5/2013 ).
Hal itu dikatakan Agus menyikapi informasi media massa bahwa ada pembukaan Kantor Perwakilan Papua
Merdeka di Oxford. Pemerintah Indonesia menyebut pembukaan kantor
tersebut tanpa dukungan resmi pemerintah dan parlemen Inggris.
Agus mengingatkan permasalahan Timor-Timor. Sebelum melepaskan diri
dengan Indonesia, kata dia,banyak pernyataan resmi pemerintahan berbagai
negara yang mendukung Timor-Timor tetap bergabung dengan Indonesia.
Namun, akhirnya terbukti sikap negara lain tidak konsisten.
Agus menyinggung informasi bahwa pembukaan kantor itu dihadiri Wali Kota Oxford
Moh Niaz Abbasi. Bahkan, dia menggunting pita dan memberikan sambutan.
Jika laporan tersebut benar, Agus khawatir jika suatu saat Walikota Oxford tersebut menjadi Menteri, atau bahkan Perdana Menteri Inggris.
Agus menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri harus
menghilangkan atau paling tidak meminimalkan dukungan politik luar
negeri terhadap OPM. Pemerintah juga harus menciptakan kesejahteraan
rakyat Papua.
"Menciptakan rasa aman dan nyaman untuk hidup di Papua agar gerakan Papua Merdeka tidak akan laku. Kedua langkah itu harus dilakukan serius secara paralel karena menjadi kunci Papua tetap ada dalam naungan NKRI," pungkas politisi Partai Golkar itu.
Seperti diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah
menugaskan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa untuk memanggil Duta
Besar Inggris di Jakarta dan meminta penjelasan terkait pembukaan kantor
perwakilan OPM di Oxford. Sejauh ini, Pemerintah Indonesia belum
menerima pernyataan resmi dari Pemerintah Inggris.